Resiko Beribadah

Jadi santri itu rumit, berat dan sedikit cupu.
selain harus siap dimintai pertanggungjawaban akhirat, juga harus siap menghadapi cibiran orang yang mengatakan bahwa santri pekerjaannya tak menentu, urusan materi pastilah tertinggal. Meskipun kenyataannya begitu, santri tidak boleh pendek dalam berpikir.

Begini, Mahasiswa itu lebih berat juga lebih besar resikonya. Orang tua berani membiayai sekian juta demi anaknya agar mendapatkan pekerjaan yang pantas dan memiliki materi yang cukup. Dibalik semua itu, Mahasiswa lebih beresiko menjadi cibiran masyarakat apabila mereka hanya menjadi seorang pedagang atau jasa kurir.

Masalahnya, misal saja tujuan hidup ini adalah duniawi, maka pendidikan bukanlah taruhannya. Pun sebaliknya, karena tujuan hidup adalah akhirat, jenis pendidikan juga bukan penentu berhasilnya seseorang.
Maksud saya, semua orang pasti beresiko. Hanya saja yang lucu adalah kenapa manusia malah memilih yang beresiko? Kenapa tidak ambil aman saja.

Maling ayam itu juga berat, harus bangun malam untuk melakukan pekerjaannya dan sangat beresiko. Tahajud itu juga berat, harus bangun malam untuk mendapatkan pahalanya tapi tidak beresiko kan? Padahal tidak beresiko, kenapa kita tetap tidak melakukannya.