Primordialisme

Aku dan mungkin kamu, Dik. Adalah seseorang yang seringkali mengedepankan pandangan primordialisme, memegang teguh hal-hal yang kita bawa sejak kecil.

Cara berpikir kita selalu berdasarkan dengan lingkungan, istiadat maupun kepercayaan yang kita warisi.

Kita sulit mempercayai apa-apa yang bersebrangan dengan kebiasaan hidup, dan dengan lantang kita berani memutuskan bahwa hal yang tidak “seperti biasanya” maka hal itu mustahil atau bahkan tidak benar.

Kita terlanjur percaya dan hanyut pada sebab akibat yang biasa kita lihat, andai nanti aku menanam benih padi, pasti yang kamu bayangkan panennya adalah padi, padahal bisa saja benih padi membuahkan semangka. Dan itu bukanlah hal mustahil atau ghaib.

Pola pikir kita tidak hanya sebab-akibat, banyak hal lain yang perlu kita pelajari. Bahwa hidup ini tidak mengalir, aku dan kamu adalah objek kesengajaan dari Tuhan.

Kalau kau sedang membaca surat Al-Baqarah, Dik. cobalah pahami arti “orang yang percaya akan hal ghaib dan mendirikan sholat” adalah “mereka yang yang mendapatkan petunjuk dari Allah dan mereka adalah orang yang beruntung”

Maka suatu hari jika kalimat-kalimat doaku ditiup angin dan menutup jendela kamarmu saat kamu kedinginan, percayalah itu bukan sekedar ketidaksengajaan.