Percaya Tanpa Melihat


Percaya tanpa melihat

Benarkah manusia bisa mempercayai sesuatu tanpa melihat hakikatnya lebih dulu? Bisa.
Seseorang tidak perlu melihat wujud Allah untuk beriman, tapi cukup mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan-Nya seperti bagaimana terciptanya semesta ini.

Simulasinya begini, suatu hari kamu mengenal 2 toko grosir baju yang harganya berbeda jauh padahal barang yang dijual sama persis, lalu secara insting hati kamu akan memilih toko yang harga grosirnya paling murah bukan?

Anggap saja baju merk Eksternal di toko A seharga Rp.90.000,- sedangkan di toko B baju tersebut dibanderol Rp.60.000,- kemudian kamu memborong baju itu dari toko B dan akan menjualnya dengan harga Rp.85.000,- dan berkeyakinan akan mendapatkan laba sebesar Rp.25.000,-.
Pertanyaannya sudahkah kamu melihat hakikat uang Rp.25.000,- tersebut?

Atau begini, jika seseorang lapar maka untuk menuju kenyang dia harus makan, padahal pada saat sebelum dia makan dia tidak bisa melihat hakikat dari kenyang itu, lalu bagaimana dia bisa mempercayai bahwa jika dia makan maka akan kenyang.

Sekian adalah jawaban mengapa saya percaya mencintaimu hanya lewat pesan-pesan itu. Eaaaaaaak

Img: francecociccolella

Satu pemikiran pada “Percaya Tanpa Melihat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s