Kematian


Mengapa saya bersedih ketika ditinggal mati seseorang? mengapa saya tidak pernah bersedih ketika hati saya yang mati.

Orang seperti saya hanya menangisi ‘keuntungan’ yang ikut pergi bersama orang yang mati, saya hanya cemas dan sedih karena merasa rugi.

Padahal mestinya tiap hari saya bersedih dan meratap karena hati ini penuh dengan penyakit, atau mungkin malah sudah mati.

Bukankah hati adalah sesuatu yang membuat manusia istimewa, yang membedakan antara manusia dan hewan.
Jika hati saya mati dan tubuh masih hidup, lalu apa bedanya saya dengan hewan? Menjalani hidup hanya tentang; makan, bekerja, syahwat, tidur dan mengulangnya lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s