Mencintai dengan Cara yang Sepi


Mereka yang terluka, menghabiskan waktunya untuk menutup kesempatan dan menitikkan air mata, sedang ia yang jatuh cinta cenderung menyibukkan diri dengan yang dicintai dan menjadi tak peduli selain cinta.

Terus terang aku sedang terluka, telah lama aku menepikan harapan dan kesempatan, kemudian aku terluka lagi menyadari bahwa ia telah pergi.
Aku tak pernah tahu bahwa selama ini luka dalam diriku tak sembuh dengan begitu saja, tiap luka selalu membaik atas sebab-sebab, meskipun tak terlihat.

Karena aku kira, tiap manusia selalu memiliki obat tak terlihat. Dia yang selalu cemas saat kita sakit dan diam-diam mendoakan dari kejauhan, dengan caranya yang sepi.
Dia mencintai kita dengan doa, dan kemungkinan kita tak mengetahuinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s