Metafor Cinta


Ketika kita mencintai apapun itu yang selain Allah, maka perkara itu pasti memiliki jiplakan lain. alhasil kita sebenarnya tidak mencintai dengan hakiki, cinta kita pada selain Allah hanyalah majas.

Hal-hal yang menyulut hati kita untuk mencinta hanyalah sesuatu yang sementara, kita hanya mengaku cinta pada seseorang karena orang tersebut memiliki sesuatu yang dapat mematik hasrat kita untuk berkobar, suatu saat ketika pematik itu hilang atau rusak, maka kobaran api dalam hati kita akan meredup dan hanya menyisakan asap.

kita akan terus mencari pengganti sesuatu yang lain yang dapat membakar dan menghangatkan hasrat, karena manusia sebenarnya adalah kotak kopong dan selalu menggigil dalam kesendirian.

Satu pemikiran pada “Metafor Cinta

  1. Beh sajak akhir paragrafnya menusuk bang. Salam kenal dulu. Ijin reblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s