Kekuatan Bertahan


Salah satu kekuatan yang tidak bisa diukur adalah bertahan, kita tidak bisa membandingkannya, karena bertahan berarti membahas diri sendiri. 

Saking tingginya nilai pertahanan seseorang akan dirinya sendiri, nabi pun menyampaikan bahwa menahan amarah itu lebih baik bagi seseorang daripada melepaskannya yang bisa merugikan orang lain.

Selain menahan emosi, ternyata menahan cinta termasuk ritual sakral yang bernilai tinggi, banyak kisah yang mengabarkan bahwa seseorang bisa masuk surga karena ia tak sempat menyampaikan rasa cintanya. Bahkan menurut sebagian pendapat ulama, orang yang mati dalam keadaan memendam cinta bisa dikatakan syahid akhirat. Dikatakan syahid karena dia jihad melawan nafsu cinta yang sangat lembut.

Jika dikaitkan dengan ilmu tasawwuf, seperti yang pernah sampaikan disini, bahwa tidak mempertahankan atau mengumbar keajaiban batin yang telah diberikan Allah itu sama halnya dengan mengumbar aurat. Jadi memang begitu penting bagi kita untuk bertahan. Misalnya, kita menahan untuk tidak ikut campur urusan orang lain. Karena biasanya kita sering nimbrung terhadap hal-hal yang sebenarnya tanpa ada kita pun hal itu bisa selesai dan berjalan lancar. Kita sering sok tau dan sombong melepaskan pengertian-pengertian yang kita miliki.

Intinya, kalau kita sanggup menahan rasa, ya kita tahan saja. Sebab untuk melepaskannya kita masih belum memiliki tali agar rasa itu tetap terkendali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s