Ketika Anakmu Tak Lagi Menangis, Dik.


Kesan pertama memiliki anak sungguh penuh keajaiban, kau selalu tambah cantik ketika bingung. wajahmu yang polos itu, mirip anggun rembulan yang kesiangan

Mas, anak kita kok tidak menangis lagi, katamu.

aku hanya tersenyum sambil menutupi pintu rumah karena kulitmu dan kulit anakku tak boleh disentuh siapapun, termasuk dingin.

itu tandanya anak kita ingin berbagi air mata, kataku.

Kau mengerutkan kening dan perlahan menidurkannya di ranjang

begini, dik.

“anak kita sudah jarang menangis karena beberapa alasan

pertama, ia ingin menunjukkan kalau ia lahir dari ibu yang kuat, tak pernah sembarangan mengeluh”

kau jadi terkekeh malu dan memukulku tipis

“kedua, mengapa ia tak lagi menangis, karena ia ingin berbagi air mata dengan adiknya”

“bisa gitu ya mas? anak kita kan masih satu” kilahmu

“itulah alasannya, mari segera kita wujudkan alasan kedua itu”

tiba-tiba kau tersenyum lalu matikan lampu

tapi sayangnya anak kita menangis lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s