Allah Tak Peduli (bag. 2)


Allah selain memiliki Sifat Jalal, juga memilik sifat  Jamal  yang menjadi lawannya, bagaimanakah sifat Jalal Allah? Yaitu sifat agung yang mana Allah tak peduli seberapa taatnya seorang hamba, tapi jika Allah menghendakinya untuk suul khotimah maka semuanya bisa terjadi, lebih lengkapnya ada di Allah Tak Peduli (bag. 1).

Sedangkan sifat Jamal adalah kebalikannya, secara harfiah bermakna Indah, adapun pengertian istilahnya yaitu sifat murah Allah atau yang berhubungan dengan roja’ (harapan)

Meskipun ada seseorang yang memiliki sifat sangat terpuji, ibadahnya baik dan taat. tapi kalau sudah terkena Sifat Jalal Allah, Allah tak peduli, orang tersebut bisa saja dimasukkan ke neraka. Dan juga jika ada seorang yang sangat tercela akhlaknya, selalu berbuat maksiat. Namun bila Allah menghendakinya untuk dimasukkan ke Surga itu bisa saja terjadi, karena Allah sekali lagi memiliki sifat Jamal.



Jika seorang hamba selalu memikirkan Jamal Allah ini, maka hidupnya akan cenderung penuh percaya diri sehingga mengakibatkan ceroboh. Karena ia akan terus bergantung pada kemurahan Allah atau roja’ (harapan) tanpa mempertimbangkan unsur-ubnsur ibadah, kita tidak boleh terlalu membesarkan perasaan ini, begitu juga kita tidak boleh terlalu  khouf (takut) atau yang dikenal dengan sifat Jalal diatas tadi.
Mungkin akan lebih mudah dipahami melalui kisah, menurut cerita ada seseorang bernama Barom Al-Majusi, dia adalah manusia yang memiliki akhlak buruk. Pekerjaannya adalah rentenir, dia adalah orang yang sangat perhitungan duniawi, ia memiliki 4 anak perempuan yang dinikahkan dengan 4 anak laki-lakinya juga. Karena ia tidak mau repot dan rugi. Bahkan ketika istrinya melahirkan anak perempuan lagi, Barom pun menikahinya sendiri. Parah bukan?

Sampai suatu ketika, Barom yang bakhil itu mendapatkan sifat Jamal Allah sehingga ia husnul khotimah dan masuk ke surga. Penyebabnya hanya sekali saja Barom merasa iba terhadap 3 anak yatim yang belum makan 3 hari, ia pun memberi mereka makanan. Dan itulah yang menjadi penyebab ketika Barom akan meninggal ia mengucapkan syahadat dan dihapuskan dosanya. 

Allah tak peduli!, saya ingatkan kembali bahwa meskipun demikian jangan sampai berpikir Allah tidak adil, wah kacau kalau kesimpulannya seperti itu. Kalau kata Guru saya: dan Dia-lah Dia. manusia mah tidak pernah bisa mengerti apa kehendak Allah.

Intinya jangan sampai kita tidak berbuat apa-apa, pasrah bongkokan gitu jangan! Manusia diciptakan Allah untuk beribadah, selalu berharap pada-Nya. tapi ketika sudah berada di tataran bisa beramal baik jangan mengaku-aku paling hebat seakan-akan pasti masuk surga. Kita juga harus khouf takut akan kecerobohan yang suatu saat bisa menjerumuskan kita.

Demikian, mohon maaf dibatas kata. Wallahu a’lam bisshowab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s