Kisah Mengingatmu


Tengah malam adalah waktu paling syahdu untuk hati mengingat-ingat kembali tentangmu, kerap kali mataku tertegun memandang langit tiba-tiba sudah disambang matahari lagi. Meskipun dalam angan-angan kita bisa meringkas kenangan begitu cepat atau melambat, tapi tentangmu tiada usai aku merangkainya.

Kucoba segala macam cara untuk mengembalikan hidup, dimana dan kapan aku mulai mengenalmu? ingatan tak mampu menembus saat aku berada di kandungan, jadi sepertinya bukan di sana kita berkenalan. Kepalaku juga hampir leleh membakar kalimat-kalimat yang kuucap saat balita, aku tak mampu memahaminya, tak mungkin aku berkata-kata dan menyapa di sana; kala itu.

Aku tumbuh dewasa dan mulai mempelajari gerak maupun bahasa, akhirnya di masa inilah sepertinya aku mulai mendengar namamu, mendengar keanggunanmu. Namun mataku belum bisa memberi rekaman tentang bagaimana engkau. Mungkin kau pernah lewat depan rumahku namun aku belum mengerti bahwa itulah kau yang anggun itu.

Bertahun-tahun hati jatuh cinta namun entah pada siapa, orang tua dan beberapa guru menunjukkan rumahmu, kudatangi tiap hari melewati jalan berliku, tak juga jumpa denganmu. Aku mulai tak perduli dengan kebingungan dan lelahnya mencari tentangmu, putuslah asaku diambang kebodohan diri sendiri.

Aku pergi meninggalkan jarak, menjauh dan berjalan mengikuti petunjuk tidak pasti. Mungkin engkau mengira aku tak sejati dalam menginginkanmu, tapi percayalah meski tubuh tiap detik semakin menjauh, nama kau tak seremeh itu dalam hatiku.

Seringkali aku mendapat kabar bahwa kau dekat denganku, namun mataku tak juga yakin akan hal itu.
Kuakui bahwa isyarat-isyaratmu sering menelusupi jiwaku hingga candu dan meninggalkan rindu.
Hal ini pula yang membuat banyak orang tak percaya, bahwa meskipun aku belum hakikat bertemu namun aku sudah rindu. Bagaimana mungkin? Hatiku berusaha menjawabnya dengan perlahan, ia menjelaskan bahwa rindu adalah buah dari cinta, dan cinta tidak mungkin ada tanpa perkenalan.

Mungkin engkau sering memperlihatkan dzatmu, mengobati lukaku. namun aku tak pernah sadar bahwa kaulah itu.
Maafkan kekasih, ijinkan kudekatimu sekali lagi dan jangan lepaskan aku.

Iklan

2 thoughts on “Kisah Mengingatmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s