Tidak Suka & Suka


Entah mengapa rasanya saya masih tak setuju jika disemua media sosial atau pun blog ada fitur “like/suka”. Saya adalah peselancar internet sejak 2006 kira-kira, kemudian mulai menggunakan media sosial freindster, mig33 dan mirc. Dalam medsos yang saya ikuti tersebut, saya tidak menemukan tombol “like” seperti yang kita temui hampir seluruhnya pada medsos yang sekarang ada, mungkin ketiga medsos diatas pun kini telah melakukan perubahan mengikuti zaman “suka-sukaan”. Mengapa fitur like sebaiknya tidak ada? Alasannya adalah:

  1. Membuat kita jadi takabbur (cieilaaah). Bukannya sok suci, banyak individu yang memaksakan sebuah tulisan/status bijak demi mendapatkan like dari follower atau temannya. Ia merasa bangga dan mendapat nilai baik dari mata orang lain, padahal dalam dunia nyata ia tak sebijak demikian. Bahkan kadang rela menghamburkan uang untuk travelling gadungan atau hunting tempat indah hanya sekedar mencari bahan unggah foto dan diperhatikan banyak orang. 
  2. Menjadikan orang malas membaca. Bisa gitu ya? Bisa banget! Sesama Blogger wordpress misalnya heuhue termasuk saya, dulu saya adalah pengguna blog mywapblog.com (eh sampai saat ini ding, cuman g aktif aja disana). Di situs blog tersebut, saya tidak menjumpai tombol “suka”, dan yang saya rasakan sesama blogger mywapblog pun akrab. Kami saling memberi komentar dan atau meninggalkan jejak berupa saran dsb. Lantas kenapa saya pindah wordpress? Heuhue karena disini mudah aksesnya dari aplikasi, dan suatu saat jika saya ingin hijrah ke web sepertinya tidak terlalu sulit. Yang saya alami selama memakai wordpress saya jadi agak malas membaca postingan teman-teman, kadang hanya pantau saja lalu klik tombol suka. Jahat kan? Hehe tapi saya masih betah kok ngeblog disini, meskipun ga punya kenalan hiks sesama blogger ora popo, yang penting mah nulis kalau saya mah, acakadut juga gapapa hehe ga ada yang baca juga gapapa, blog adalah ingatan online saya.
  3. Dibuat bisnis. Oh tidak! Ini yang paling saya benci, sebuah akun atau blog yang sudah memiliki like banyak biasanya akan dijual untuk iklan, sehingga tulisan yang terkait dalam akun tersebut tidak lagi murni dari hati heuhue. 
  4. Pembodohan massal. Belakangan sempat marak di facebook sebuah akun yang memposting foto / tulisan yang mengarahkan netizen merasa iba melihatnya dan biasanya disertai kutipan pembodohan seperti “klik suka dan ketik amin di kolom komentar, subhanallah lihat apa yang terjadi” atau seperti “jika foto wanita cantik selfie saja banyak yang like, seberapa banyak kah like untuk gambar (biasanya tempat ibadah) ini” heuhue. Yang bikin heran, kok banyak juga ya yang ngikutin.

Begitulah kira-kira, antara suka dan tidak suka sebaiknya jangan suka. 

Iklan

One thought on “Tidak Suka & Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s