Setengah Penuh Kosong


Aku sudah ke Masjid, Pasar dan bibir Laut
sudah kujumpai Tuhan, Manusia dan Malaikat
kutanyakan sebuah malam yang aneh ini karena anak-anak kami kelak butuh sebuah kisah

Setengah namun penuh, penuh tapi kosong
Mulanya tak kumengerti mungkin hati sepi
Jangan khawatir, biar kujelaskan padamu
Malam ini kalender tiba di angka lima belas, ia adalah setengah dari satu bulan.
Pada nyatanya, rembulan nangkring di langit dengan tubuh yang utuh penuh.
Sedang masing-masing catatan amal kita kembali kosong.

Tiada pesan lagi yang sanggup kusampaikan padamu
Kecuali “ingatlah Aku” begitu kata Tuhan
Dalam pertemuan yang tak pernah kita rencanakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s