Wanita Sore Penyeduh Kopi


Kami para pemuda senang sekali memandang rumah itu kala sore tiba
ia akan duduk manis bersama ibunya yang sakit di beranda, ditemani secangkir kopi dan segelas jamu
Wanita yang bersorot mata teduh

Kulitnya tak begitu putih serasi dengan beberapa pakaiannya yang kalem
Semua orang faham pandainya dalam menyelaraskan warna
Dari cara kedua tangannya memegang cangkir dan raut wajah dingin penyeduh kopi
Ia bukan lagi makhluk amatir dalam menghadapi hidup
Cocok sekali untuk pria manapun dengan segala sikapnya

Namun hari-hari ini saat musim hujan telah berlalu tak ada isyarat kemana ia pergi
Padahal melihatnya menyeduh kopi adalah cara kedua kami untuk berdamai dari lilitan hutang

Kemungkinan kopi telah membuatnya tak bisa tidur dan membawanya merenung di kamar dengan setumpuk sajak tentang cangkir.

Iklan

3 thoughts on “Wanita Sore Penyeduh Kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s