Para Pemula Penempuh Tasawwuf


Sufi adalah istilah yang lebih membumi untuk seseorang yang menganut atau mendalami aliran tasawwuf. Sekelompok dari mereka memang tidak terlalu menampakkan diri karena memang kebanyakan amaliyah dari tasawwuf adalah perkara hati.

Banyak yang terkelabui dengan jalan ini, kecuali sebagian yang telah mendapat penjagaan dari Allah SWT. Yakni keserupaan pada Sufi yang benar-benar tulus menuju Sang Pencipta, keserupaannya kadang berupa gerak dzahir yang tampak dalam pelbagai keadaan, seperti dalam hal pendengaran (mendengarkan lagu-lagu tertentu), tarian-tarian, dzikir, shalat, duduk, berjalan, berpakaian, gaya dalam hal merundukkan kepala, seperti orang yang sedang tafakkur, mengambil napas dalam-dalam seakan sedang hanyut dalam arus ketuhanan dan lain sebagainya yang menurut mereka perbuatan seperti itu sudah baik karena sudah sedikit menyerupai penempuh jalan menuju Allah. Padahal dalam hati masih banyak hijab atau penghalang berupa ghurur (muslihat).

Mendekatkan diri pada Sang Pencipta tidak semudah itu, yang hanya dengan memperbanyak dzikir misalnya, bergaya dan bergerak seperti orang-orang Sufi sejati, tapi mereka belum pernah melelahkan diri sebagai salik dalam bersungguh-sungguh mengendalikan jiwa dan memerangi hawa nafsu, riyadlah melakukan latihan atau tirakat, pengawasan terus menerus terhadap hati, serta upaya pensucian lahir dan batin dari segala perbuatan dosa, yang nyata maupun yang tersembunyi. Sedangkan hal-hal semacam itu adalah fase setiap orang yang menempuh jalan tasawwuf.
Bahkan seandainya mereka telah melalui fase atau tataran diatas, mereka belum berhak menganggap dirinya termasuk Sufi. Karena perkara tasawwuf atau pendekatan kepada Allah itu selalu ada yang lebih baik dari yang baik. Selain itu gelar “Sufi” juga bukanlah apa-apa, ia hanya sebuah istilah untuk memudahkan pemahaman manusia saja.

Biasanya yang menjadi penghalang mulanya adalah syubhat yaitu perkara samar yang tak diketahui antara kebaikan dan keburukannya, mereka masih menjadikan balasan ibadah adalah sebuah tujuan manusia, padahal hakikatnya hanya Allah-lah akhir dari semuanya. Seperti beranggapan jika meninggalkan maksiat maka balasannya surga, jika sedekah sekian maka balasannya berkali-kali lipat dan lain sebagainya.

Maka, mari kita bersama-sama memperbaiki diri dari segala ghurur yang pasti selalu menyertai hati untuk mendekatkan diri pada Allah, karena sekali lagi masih ada perkara baik yang lebih baik dan semoga kita diberi petunjuk agar tidak terkelabui.

Iklan

One thought on “Para Pemula Penempuh Tasawwuf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s