Pencuri Yang Sakit


ketika sahabatnya tidur, Agus memberanikan diri memasuki mimpi-mimpi para karibnya
ia curi apapun yang menurutnya menarik, termasuk baju dan sarung yang tak sesuai dengan warna kulitnya
Banyak sekali arti dalam mimpi yang tak ia mengerti, namun Agus anak cerdas
“Ambil dulu, kalau tidak sesuai biar ku buang”

Sekeliling matanya berwarna hitam lebam kedalam
maklumi saja, Agus sedikit tidur. Ia enggan apa yang telah dicurinya akan dirampas oleh orang lain
Sifat manusia memang hakikatnya saling mengambil
Begitulah kira-kira

Badan Agus kurus semacam lidi, sendiri
Kamarnya sesak oleh barang curian
Celana dalam, sarung, buku, sikap, fikiran hingga airmata
Berantakan sekali dalam hatinya; tanpa kekasih

Tiap senja, ia duduk di ayunan karet yang juga hasil curian dari seorang wanita jahat
ia mengayun pelan-pelan tak pernah ada kepastian
Ditatapnya matahari mulai mencuri-curi kesempatan meninggalkan siang
Namun asap dari hutan kotanya telah lebih dulu menyembunyikan matahari sore yang indah
Tak ada lagi jarak pandang, sesak di dada karena api dari gedung telah mencuri perhatian

Agus menangis entah karena ingat dosa atau karena perih asap
“Aku harus sembuh, ternyata aku masih maling amatir” 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s