Menawan


Entah apa jadinya bila manusia tak ada indera
mungkin hatiku tak seteduh ini bila mengingat diriku yang memantul kecil di bola matamu
Aku memang tak pernah benar-benar mengenalmu, hanya bertanya nama dan alamat rumah saja sudah cukup membuatku gemetar dan berkeringat

Sepulang dari jumpa denganmu, sepanjang jalan kucoba nyanyikan lagu-lagu cinta yang terhafal,
Maklum hatiku sedang terbit matahari setelah sekian lama gelap dan hampir mati. disana; tempat yang kecil itu ada seseorang yang tanpa sengaja telah menanam bunga-bunga indah dan membuatku tersenyum merekah bersama kuntumnya

amboi menawan sekali
yang kacak lagi menawan hati
tak punya berani aku mendekatimu, elok dan murah senyum. Dari jauh pandang pun cukup, sebab terlalu memaksa dan takut dosa bila dekat-dekat.
Bukan arti sok suci aku ini Hanya ingin kamu tak terkena debu baju aku.

Hariku serasa tak kemana-mana, tidak ada pula minggu yang mengejar bulan
Diam sesak dengan bayang lentik bulu matamu itu.
Kurasa sudah cukup semua ini, biar sampai disini saja aku benar bahagia meski waktu berhenti.
Karena waktu bisa merubah segalanya, aku bahagia jika waktu terhenti, biar keindahan ini tak rubah sedikit pun.

Iklan

4 thoughts on “Menawan

  1. cobalah kau berdiri di depan cermin
    pandang erat-erat hatimu disana

    setelah itu, dengarlah bisikan lembut yang sejenak menyentuh kalbumu ;
    “jangan lepaskan dia!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s