Keajaiban Batin


Dalam ilmu tasawwuf itu ada istilah ibarah dan isyarah, yaitu suatu ungkapan dzahir dari manusia dalam hal-hal batin.

Memang setiap manusia pasti pernah mengalami kejadian batin diluar nalar, seperti tiba-tiba oleh Allah diberi mukasyafat mengetahui sesuatu yang akan terjadi, mengerti barang-barang ghaib dan sebagainya.
Para salik Thariqah (orang yang menempuh jalan) atau manusia awam biasa bila melanggengkan suatu wirid/dzikir baik berupa shalawat, tahlil atau sekedar dzikir “Allah” saja pasti akan mengalami suatu kejadian yang bisa dibilang aneh, Namun kejadian batin itu bukanlah tujuan atau maksud dari wirid sebab Hidup ini seperti sebuah perjalanan, hakikat perjalanan semua manusia adalah kembali pada Allah, dan dalam perjalanan nanti akan ada sebuah pemandangan atau tempat yang indah dan buruk. Apabila menemui sesuatu yang indah diperjalanan jangan sampai tertipu, boleh berhenti tapi sejenak saja, itu bukan tujuan. karena sekali lagi hakikat tujuan manusia itu kepada Allah.

Biasanya orang yang sampai pada tingkatan ini ia akan merasakan gejolak ingin mengungkapkan apa yang dialaminya. Wajar saja memang, namun sebenarnya mengungkapkan ini tidak boleh sembarangan kepada siapa saja sebab hal sirri pengalaman rahasia yang diberikan oleh Allah ini adalah aurat batiniyyah, seperti aurat dzahir yaitu tidak boleh diumbar kepada orang lain .
Jika memang sudah tak kuasa atau sudah menemukan orang yang pas untuk menerima ungkapan pengalaman batin ini, maka barulah boleh seseorang tadi menjelaskannya. Namun hanya secara isyarah yaitu ungkapan tidak jelas dengan menggunakan gambaran-gambaran atau semacamnya. Tidak boleh mengungkapkan secara ibarah atau kebalikan dari isyarah yaitu menjelaskan secara gamblang.

Tingkatan sampai disini bisa juga disebut fana, suatu fase manusia diberi ketidak-seimbangan. Orang yang mengalami ini harus hati-hati dan butuh bimbingan, karena akan sangat bahaya bagi sekitarnya.
Seperti yang dialami oleh Siti Jenar, Qois al Majnun dan Manshur al-Hallaj. beliau-beliau ini sampai pada tingkatan fana’ sehingga masyarakat awam di sekitar akan mengingkarinya dan menganggap melenceng.

Intinya apabila mengalami sesuatu yang diluar nalar, itu aurat. Simpan dahulu jangan diumbar. Baiknya sampaikan pada orang yang tepat, bisa kepada ulama atau mursyid thariqah yang ahli dalam hal ini.

Wallahu A’lam Bisshawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s