Haruskah Seperti Ini


“eh bro, tadi tarawih dimana? kok lama banget”
“saya tarawih di masjid sana, soalnya enak shalat disana deket sawah, anginnya sepoi-sepoi hehe. ya meski lama gak apalah ibadah kan gak kaya jaringan LTE yang wuzz”

dari percakapan kedua orang diatas, manakah menurut kita yang lebih baik? dulu saya kira yang baik adalah yang seperti penjelasan mas-mas yang kedua yaitu shalat tidak mencari cepet mak wuzz lalu kelar. memang begitu sudah baik, tapi ada yang kurang pas dengan alasan “shalat di Masjid sana anginnya sepoi-sepoi”

jujur saja saya sendiri masih seperti itu, ibadah saya selama ini masih memilah-milah. memilih yang lebih cepat, memilih yang sejuk, memilih yang ramai dll.
tidak hanya masalah pergi ke Masjid. lha wong tentang shaf shalat saja kadang masih memilih yang di pinggir sendiri, memilih yang deket kipas. contoh lain ketika tahlil atau dzikr berjamaah pasti memilih tempat yang nyaman yang ada sandarannya.

begitulah, urusan pendekatan sama Allah memang memiliki fase atau tingkatan sendiri. selalu ada yang lebih baik dari yang baik. kalau untuk orang awam atau fase terendah seperti saya ini pasti selalu mengandalkan alasan: yang penting ibadah. memang mau ibadah saja sudah baik, tapi ya harus ditingkatkan.

Astaghfirullah, menghadap Sang Pencipta masih perhitungan sedemikianya.
sebenarnya kita menyembah kenyamanan pada diri sendiri atau menyembah Yang menciptakan kenyamanan itu?.

Wapenk.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s