Untukmu Yang Jauh Dari Prasangkaku


andai esok adalah hari matahari terbit dari barat
dan aku juga masih pecundang yang tak juga mengungkapkan cinta pada engkau
malaikat pun belum menyampaikan jutaan salamku yang menumpuk padamu
hari ini akan kutuliskan beberapa baris tentang perjalanan
meski aku tau kau tak pernah bisa tertulis dalam kertasku yang buram
setidaknya biar lega perasaanku, agar aku tak mati memendam rindu penuh luka

adalah hal paling mustahil melangkahkan kaki menuju haribaan engkau
karena selalu hilang pandang mataku
dan bising deru jantungku yang menutup isyarat-isyaratmu
padahal bunyi-bunyian yang telah kau ciptakan lebih keras
dibanding denyut urat leherku sendiri

sempat juga aku berandai mengahiri hidup ini
hanya satu tujuanku; berjumpa engkau
kemungkinan kau kan datang dan memeluk jasadku yang kaku
namun sekali lagi itu adalah mustahil
bisa saja kau memberi perintah pada utusan untuk sekedar menebar bunga di tanah pembaringanku

sebenarnya ada kemungkinan lain jika aku segera mati
kita akan bertemu di keabadian
tetapi rasa takutku tak juga terjawab, aku khawatir bila neraka adalah tempat keabadianku
sedang engkau tak perlu dipertanyakan
engkau paling suci dari segala prasangkaku
maafkan cinta, rengkuhlah daku.

Kediri,12 Sya’ban 1436.
http://www.wapenk.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s