Perihal Rasa


Adalah ketika cinta tidak bertemu bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
kamu mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan.

kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya sebagai penghargaan abadi atas pilihan hidup
yang telah ia buat.

Sekarang…

Bukalah mata hatimu bahwa Tuhan juga mengajari cinta semestinya.
Iqra’ !. bacalah (pertanda-pertanda) bahwa cinta bukan sekedar pertautan dua hati, cinta bukan tujuan, cinta bukan stasiun akhir dari perjalananmu. Masih banyak yang lebih istimewa lebih indah dari sekedar rindu kekasih sebelum terpejam.

Cinta memiliki ruang dan waktu, tidak seperti Tuhan. Maka salah besar bila kita menomorsatukan cinta. Bukan saatnya dan bukan waktunya bagi kita.
Saat ini kita berada pada ruang yang penuh dengan keajaiban, buku-kitab yang berjejer rapi dengan pena pena yang siap menhunus musuh.
kita berada dalam waktu yang singkat, dalam pelukan detik bernada dzikr. tentang beberapa menit menjemput ilmu, tentang beberapa jam menuju kematian.

Lihatlah dirimu, benarkah kamu jatuh cinta atau hanya egois ditikam kesepian?
Jika saat ini kamu jatuh cinta, mulailah menuju kesepian untuk sementara.
jika kamu kesepian, biarlah sepi mengajarimu apa yang harus kamu perbuat.
Sebab dalam kesepian manusia mampu mendengarkan murni detak jantungnya sendiri, tanpa nafsu.

Seperti sajak Maulana Rumi:

Manusia ibarat suatu pesanggrahan. Setiap pagi selalu saja ada tamu baru yang datang: kegembiraan, kesedihan, ataupun keburukan; lalu kesadaran sesaat datang sebagai suatu pengunjung yang tak diduga.

Sambut dan hibur mereka semua, sekalipun mereka semua hanya membawa dukacita.
Sambut dan hibur mereka semua, sekalipun mereka semua dengan kasar menyapu dan mengosongkan isi rumahmu.
Perlakukan setiap tamu dengan hormat, sebab mereka semua mungkin adalah para utusan Tuhan yang akan mengisi rumahmu dengan beberapa kesenangan baru. Jika kau bertemu dengan pikiran yang gelap, atau kedengkian, atau beberapa prasangka yang memalukan, maka tertawalah bersama mereka dan undanglah mereka masuk ke dalam rumahmu.

Berterimakasihlah untuk setiap tamu yang datang ke rumahmu, sebab mereka telah dikirim oleh-Nya sebagai pemandumu.

Semesta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s