Nda


Sinar rembulan yang bulat penuh itu
menunjukkan diri dari genting kaca kamarku
seakan berpesan jarak bukan penghalang
ya aku tau
aku dan kamu saling melihatnya  dari ruang yang berbeda
indah bukan

Ku pejamkan kedua mata lagi
bersama hembusan angin malam ini
kurasakan aliran nafasmu menyapa tubuhku
hingga memercikkan rindu

kucoba membuka lembaran pertama buku kita
entahlah, aku tak bisa membacanya dengan jelas
kurasa abjad-abjadnya sudah tertindas
oleh beberapa lembar warna warni setelahnya

Kubaca berikutnya
bersamamu aku merasakan kupu-kupu terbang dalam perutku
Denganmu aku merasa nyaman
darimu aku merasa sayang dan disayangi
Olehmu aku merasa bernilai
lengkung bibir tak sengaja
belum pernah kutemui yang seperti ini, kamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s