Yang Terjadi Setelah Kau Pergi


Tungku yang ku buat dari prasangka itu
apinya tak pernah bara
redup dihembus kecemasan

Apabila musim hujan sambang
aku tak bisa membuat teh hangat
tuk diriku sendiri atau para tamu
dingin sekali

belakangan tungku ku sakit
ia tak sudi menelan kayu bakar yang telah kuambil dari hutan lali jiwo
padahal, kayu hutan itu terkenal tak bisa basah ; mudah sekali terbakar

Memang, sejak kau tinggalkan rumah
Yang menggantikanmu hanya resah dan gelisah
semua sungguh merindumu adinda, termasuk tungku
apinya hanya bisa hidup dari kertas-kertas puisi ku kala bersamamu

Pulanglah adinda
Biar tungku tak melahap hidupku
Meski ia sampai tak berguna lagi
Aku bisa menghangatkan diri
dipelukmu. 

Kediri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s