Ingat – diingat


khususon ila al-maghfurlah Andi Bombang alfatihah….

izinkan saya menegaskan satu hal; mereka yang dalam keadaan dzikrullah ‘tidak akan mampu’ berbuatmaksiat.
Siapa yang berlaku maksiat, haqqul yaqin saat itu dia sedang melupakan-Nya. Kenapa? Karena,

“Aku bersama mereka yang mengingat-Ku,” sabda-Nya.

Nah, bagaimana dia ‘mampu melanggar’ rambu sementara ‘sedang bersama’ dengan Yang Menetapkan rambu2 itu?

Jika ‘maha dosa’ adalah menyekutukan-Nya, ‘maha maksiat’ adalah melupakan-Nya.

Mereka yang menyekutukan-Nya, setara dengan melupakan-Nya. Mereka yang melupakan-Nya, pastilah menyekutukan-Nya.

Maka, mari kita bermujahadah untuk selalu ingat kepada-Nya. Putus nyambung – putus nyambung, itu mah biasa; ‘cerita perjuangan’. Namanya juga anak manusia yang sedang berusaha mengingat-Nya.

Dengan begitu pun setidak2nya ‘tameng’ kita lebih banyak siapnya daripada terlenanya.

Kelak pada saatnya, ketika adzkurkum telah menjadi hak, tiada celah lagi bagi ‘para sobib’ untuk menerobos masuk.
Karena, sedetik pun kita tiada daya untuk melupakan-Nya.

Demikian, brew. Dibatas kata…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s