Roti Ma’rifat


image
Image : the dail green

Assalamualaikum dulur-dulur…
Bukan bermaksud apa, hanya sekedar berbagi pengertian yang saya dapat lantaran habib Luthfi bin Yahya dan sesisir roti hehe. Semoga bermanfaat bagi kita 🙂 .

Pada dasarnya kita mendapatkan rizqi setiap hari baik besar maupun kecil, terutama berupa makanan yang kita makan sehari-hari. Misalnya saja roti ya…. Kita meyakini dan melihat roti dengan indera yang kita miliki, maka itulah roti. Hehe jujur saja walaupun bentuknya seperti pesawat pun kalo terbuat dari terigu maka sekali lagi itulah dasar roti yang selama ini kita yaqini dengan indera. Nah hal ini dinamakan ‘AINUL YAQIN.

Terus setelah kita memiliki ‘ainul yaqin bahwa itu roti, maka kita pun bisa menguatkan atau membuktikannya dengan memakan roti tersebut, meskipun sebenarnya kita sudah mengetahui bahwa itu roti. Nah yang beginian adalah HAQQUL YAQIN.

Jejeeengggg, hehe sudah selesai memakan roti tiba-tiba saja pemuda itu ngantuk karena kekenyangan mungkin, ia pun mulai tertidur dan tulisannya ini terhenti sejenak heuhue piye toh iki kok mbulet. Next… Selanjutnya kita bisa bertafakkur usai melewati tangganya mas “ainul yaqin dan haqqul yaqin” tadi. tidak mungkin roti itu mak bedunduk maujud begitu saja. Pastilah ada yang mengolah terigunya, lalu terigu itu pun juga gak mungkin nongol mendadak, terigu berasal dari gandum, gandum tumbuh disawah, sawah bersatu dengan tanah, tanah ialah bagian bumi, bumi anaknya semesta, semesta milik Allah.
Dan inilah tataran ‘ILMUL YAQIN

Dengan ‘ilmul yaqin, kita akan mengetahui kebesaran Allah SWT. Disamping mengetahui kelemahan kita sebagai makhlukNya tidak akan pernah mengetahui roti jika Allah tidak menumbuhkan gandum-gandum yang ditanam manusia disawah itu. Dari situlah kita bisa memetik Ma’rifah ilaallah.

Dan untuk menggapai maqam-maqam tersebut, haruslah berangkat dari bawah. Syari’atnya kita kerja dulu cari uang untuk mendapatkan roti seperti diatas hehe dan jangan lupa saya juga mau loh… Heuheu udah dulu, mohon maap banyak salah… Kalau punya pandangan lain mohon tulis di komentar atau hub. Sosmed sy hehe g promo loh.

Semoga kapan2 sy bisa membahas kembarannya mas ‘ILMUL YAQIN minal makhluq yaitu ‘ILMUL YAQIN minal Khaliq.

Wassalamualaikum wr. Wb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s