Bayang Yang Lelah Mengikuti Tuannya


kemarin, Gelap berkisah padaku
Perihal tulisan-tulisan yang tak pernah tuntas ia baca
Surat dari Cahaya yang selalu membuat dirinya hilang

Gelap semakin prihatin pada dirinya sendiri
Ketika mengisahkan agung cintanya
Cahaya adalah kasih menyeluruh yang sulit sungguh ia rengkuh
Aku mulai memahami itu

Gelap hanya bisa menjadi bayang-bayang yang tersembunyi dibalik kenyataan
Menyilaukan matanya

Aku sakit hati, katanya.
Aku lelah menjadi bayang-bayang mengikuti tuanku
Sedang keindahan risau mengikutiku
Sudahlah, kataku.
Cahaya tak akan terlihat dengan Cahaya sendiri, ia membutuhkan Gelap.

/Kediri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s