Sekisah


duniawi tlah menuntutku untuk lebih lama jauh darimu, malam ini aku pulang lebih larut dari biasanya.

Sedari lepas magrib dadaku sesak dengan waswas, bukan tentang diri sendiri tapi perihal kau dan anak-anaku.

Selama tujuh tahun, kau tak pernah menjalani sholat tiga rakaat itu kecuali dibelakangku bersama poworangers kecil kita.
namun kali ini, aku tak bisa mendengar lantun lembut suaramu mengucap “aaamin” usai alfatihah ku.
Maafkan aku sayang… Aku rasa cacat sekali menjadi imam mu.

seharusnya aku tak memburu duniawi terlalu buas hingga ukhrawi ku menjadi tandas seperti ini.
Namun percayalah sayang, jauh darimu lebih dari biasanya membuatku terus melirik jarum-jarum jam dan mendoakannya agar lebih cepat mengitari waktu.

21:45 wib
usai sudah siksaan ini, bergegaslah kembali menuju rumahku, surgaku.

diambang pintu ku ucap salam tiga kali kau belum terlihat jua, lirih kuayun langkah dan trnyata kau tlah terlelap di sofa mungkin terlalu lelah menunggu. Airmata ku tumpah tertusuk haru yg begitu dalam, ketika kulihat secangkir teh tanpa gula kesukaanku sudah kau siapkan dimeja. :’)

ku selimuti kau dan ku kecup keningmu… Aku mencintaimu sayang.

Iklan

One thought on “Sekisah

  1. janganlah kau pikirkan bang, aku menunggu hanya beberapa waktu saja dibandingkan dengan keringatmu demi kami. Aku dan si kecil.hahahahahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s