Setelah Berbuka


image

menu buka puasa kita yang kedua ini tidaklah terlalu beraneka ragam, oseng manis tahu tempe, telor dadar dan sambal kesukaanku sambal korek cabe hijau. tak ketinggalan manisan kolak pisang yang dicampur susu.
aku pun heran, dulu yang katanya kamu tidak begitu faham dengan urusan dapur sekarang bisa menyulapnya dengan nikmat.

meski hanya sesederhana itu tapi hasil dari lentik jemarimu itu mampu menghangatkan suasana maghrib yang diguyur gerimis ini. si kecil pahlawan kita yang puasa hanya setengah hari pun terlihat lahap sekali sampai kau mengingatkan

“dedek, kalo makan pelan-pelan aja gih, nanti keselek…. ini kan bukan lomba makan kerupuk yang harus cepet selesai”

“iya bu….” katanya polos, seperti pertamakali aku mengenal ibunya.

selesai berbuka kami segera sholat berjamaah, kau dengan cantik memakai mukena mas kawin ku itu hehee sedang si poworangers kecil kita mengenakan kopyah putih kebesaran dikit.
aku di depan memimpin keluarga ini, menanggung segalanya, kau dan anak kita dibelakang sebagai makmum yang khusyuk. 🙂
usai itu, dedek kecil menyalami tangan kita dan langsung pamit minta izin untuk ke masjid bermain sambil menunggu shalat tarawih tiba. kau pun mencium tanganku dan aku mengecup keningmu.

tak pernah ku sangka kita yang dulu saling berbeda, sering tak sejalan sekarang nyata hidup bersama menuju keabadian.

“sayang, mas mau laporan nih hehee….”
“laporan apa mas???”
“nafkah mas hari ini hanya segini… meski tidak menumpuk banyak insyaAllah halal. diterima gih sayang”
“masyaAllah… gak apa-apa mas ini kan lebih dari cukup lagian yang penting berkah”
“amiiin,..”
“loh mas gak megang samasekali??? kok mesti dikasihin semua toh mas mas”
“kamu kan bendaharanya sayang hehee, oh iya susunya dedek masih ta mi?”
“pripun toh mas niki, dedek kan gak doyan susu”
“hoho lupa mi…. kalo ayahnya mau loh mi hehee”
“ih mas ah, gak usah pake hehe gitu kenapa ngrayunya hehee nanggung”
“lah itu umi pake hehee juga…. hehee, kalo kosmetiknya umi tersayang masih???”
“udah mau abis mas, tapi ndak papa kok dibuat kebutuhan yang lain yang lebih penting dulu aja mas”
“loh itu juga penting loh…. kan kalo umi dandan cantik kaya gini pahalanya udah ada sendiri buat umi”
“aih mas…. jadi pengen malu”
kita pun saling bertatap muka, mata kau dan mata ku disana cinta bersembunyi. hingga bibir saling mengecup hilang tenggelam dalam.
“udah mas…. ayo tarawih dulu”
“hehee”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s