Lele Penyet


image

Malam itu dipinggiran jalan raya Yossudarso, secangkir teh hangat menemani lamunanku terlihat manusia lalu-lalang menunggangi besi yang bentuk dan mereknya berbeda-beda.
Kediri, meski bukan kota pegunungan namun kalau musim hujan pergi anginnya seperti jarum menusuki tulang, Secangkir teh hangat atau jahe sangat menenangkan raga kita.

Barusaja teh kuteguk seorang laki yang dari kerut mata dan rambutnya kutaksir berusia 36 tahunan mendekatiku sambil teriak pesan lele penyet dan kopi tanpa gula, Kami sama-sama berdiam diri menyepi-nyepikan deru mesin, sampai ia nyeletuk

“Aku mangan mas”
Aku hanya tersenyum mengangguk sambil mbatin iya aku ngerti
“Kok sendirian mas??? Masih muda kok anteng-anteng saja kamu ini”
“Hehe lagi pengen ketenangan pak” jawabku
“Kok gak lari ke masjid saja malah kesini kan maksiat tok banyak aurat seliweran”
“Yang penting kan gak dilihat to pak”
“Yow sosah mas, eman-eman bonget” bahasanya terdengar aneh karena mulutnya penuh makanan
“Lagi pusing pak, pacare ngambek hehe”
“Hohoho….”

Akhirnya kami tenggelam dalam perbincangan aku lebih banyak diam sebab menghormati orang tua, juga karena aku sedang bad mood.

“Kita kalau dihadapan wanita itu kaya gini nih mas” sambil menunjuk ikan lele dipiringnya
“Pertama dikasih umpan dulu enak, seneng, bahagia pokoknya. Di ulur kesana kemari, kita gak tau kalau ada senar dan mata pancing dalam kebahagiaan itu, sampai akhirnya srettt ditarik ke daratannya, kita coba berontak karena sulit nafas tapi kita dipukul biar lebih jinak lagi”
“Ooh gitu…” Wah agaknya aku mulai terbawa nisbatan cerita bapak ini
“Iya. gak cukup sampai disitu mas, nanti kita di gorok di beteti, di sisiki kulitnya, di cemplungin minyak panas, dimakan abis, nyisa tulang dibuang dikasihin kucing dan bisa apa kita???”
“Tapi kan gak semua gitu toh pak, tinggal pinter-pinterannya kita kan???, wanita ingin dimengerti, pria ingin dicintai”

Bapak itu diam sejenak meneguk minumnya setelah melahap habis lele penyet warung langgananku ini

“Ho-oh, emang gak semua gitu… itu cuman buat ibarat pegangan hidupmu, kowe wong lanang harus siap lahir batin tuk jadi pemimpin, jangan sampai terjerat senang sesaat kalau gak ada ujungnya jelas tersesat”
“Geh leres niku… setubuh pak hehe”
“Seng penting sabar, ojo pisan-pisan main kasar, sebab perjuangane kaum hawa iku ya gak bisa disepelekan beh mas aku ngerti bojoku ngenes antara hidup-mati tenan”

Deggggg…

“Yo wes mas tak pulang dulu, selak di uring-uring ibuke arek-arek ki ngko haha”

Iklan

One thought on “Lele Penyet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s