Monolog Yang Tidak Kelar


GambarHujan belumbenar-benar reda masih ada sisa bulir air langit yang menitik dari atap-atap kamar, kupandangi matahari sinarnya redup diselimuti mendung sehingga senja kali ini terlihat murung. Mataku terus menerawang langit, sementara itu tak terasa isi kepalaku berhamburan memunguti tanda tanya yang tercecer di jalan hidupku lalu ia kembali dan membuat pagar tanda tanya melingkari jiwaku. Saat itu aku jadi berkesimpulan bahwa hidup hanyalah menunda kesedihan, kesedihan sebab manusia sering berada dalam lembah jawaban namun ia lupa akan pertanyaanya ; atau sebaliknya.

Maka aku pun terhanyut menyimak perdebatan aku dan saya dalam diri ini.

 Jika manusia tercipta hanya untuk mengabdi padaNya Yang Maha Kuasa lantas kenapa manusia di anugrahi ikhtiar untuk melakukan ini itu? Mengapa Dia memberi kita kekuatan untuk menapaki ranah-ranah dosa? Bukankah terlalu mudah bagiNya mewujudkan Jin dan Manusia yang tidak akan pernah menyekutukanNya ? seperti malaikat-malaikat yang hanya bertugas dzikir, sujud dan sebagainya. Kenapa?

“Husss!!! Istighfar…..” entah dari sisi mana kata ini muncul mengingatkan bahwa selintas pemikiran seperti itu terlalu berbahaya untuk imanku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s