Kawanku


Kawanku

 

Kawanku pergi satu-persatu

Ada yang boyong sebab sudah lulus

Ada  yang sombong karena jadi pengurus

 

Kawanku hilang begitu saja

Meninggalkan sepi disudut-sudut kamar

Menanggalkan ria beralih; biru memar

 

Kawan, ‘ku ikut bahagia

Kabarnya kau sudah menjadi ayah.

Kabarnya juga kau memakai jas cerah

 

Kawan,kini ‘ku bersahabat dengan sunyi

Secangkir kopi ini selalu menyisa

Tak pernah habis karena tiada canda

 

Kawanku sudah jauh melangkah

Sedang aku malah semakin payah

Tunggu aku kawan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s