Detak


jantung hati

Menjelang pagi ketika langit timur bermega jingga
Satu detak didada saya perlahan mulai melemah, tak sekencang dulu ketika bertatap denganmu

Kini satu persatu detak yang selalu mencintaimu rapuh, renggang seperti sisa hujan yang hendak menetes setelah lama diam mampir digenting rumahmu.

Barangkali, tinggal umur dan cinta saya yang saling kejar menuju haribaanmu, hingga raga saya jauh tertinggal ringkih didipan ini.

sebelum terpejam, biarkan saya menemukan lentik jemarimu untuk saya genggam, sungguh ada dingin berjaga dimana-mana sayang, membujuk urat leher saya semakin tegang. Janganlah lepaskan tangan ini sampai nanti nafas saya benar-benar hilang

sejenak… terlepas lagi satu detak yang pernah merindumu.

Sampai disini didetak ini, kecuplah kening saya untuk yang terakhir kali
Sebagai teman indah nanti saat saya dipeluk tanah-tanah itu

Jika tiba saatnya, saya berharap telapak tanganmu lah yang menutup mata ini

Sayang, rupanya detak saya tak bisa bertahan lama lagi
Dan inilah detak sejati paling murni
Detak terakhir yang bernada saya mencintaimu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s