Patah


patah

Senja ini, sudah hari ke 761 dari perkenalan itu yang membawaku larut dalam indah senyummu. aku masih saja pendiam, sementara kamu perlahan mulai menghilang

Selama 761 hari pula aku jatuh cinta sendirian, kamu tidak pernah tau ini begitu menyakitkan.

Kamu adalah dirimu yang dibola matamu mengalir ke-Agungan Tuhan
Sedang aku? Mungkin aku hanyalah lelaki yang kebetulan melintas dikepalamu, terdiam kaku saat hendak menyusupi hatimu

Hari ini, ketika keberanian mulai hinggap dalam hati, sesegera mungkin kugenggam lalu kan ku ulurkan padamu berharap ada cinta mengalir juga padaku

namun keberanian yang aku kumpulkan selama ini patah seketika menjadi puing-puing lagi,
saat maut tanpa permisi mengetuk pintu rumahmu

Senja ini, hari ke 761 Aku ingin luruh menjadi debu yang memeluk tanah pembaringanmu

impian

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s