Sebab Hidup Adalah Kematian


memandang

Bebera hari yang lalu saya menulis sesuatu difacebook dan twitter
“saya akan mencoba sampai mati, bukan mencoba mati sebab tak sampai”
Heuhue kata-katanya sok bijak banget yah ? Heuhue maklum kalau cuman nulis sih mudah apalagi tinggal baca.
Nah, beberapa jam setelah tulisan itu sy buat ada sebuah akun ditwitter yg me-reply begini

“hidup adalah kematian dan kematian adalah hidup ? Rasa ibarat Surga dan Neraka, tanah suci yg berarti hati ? Blh bertanya sesuatu pak?”

Widdih, si @wapenk dipanggil pak??? Aneh bukan??? Heuhue tapi bukan tentang wapenk yg mendapat embel2 pak yg akan sy bahas kali ini, saya hanya akan mencoba menguraikan sesuatu dari tweet diatas menurut paham-kecil saya sendiri, paham-besar nya silahkan jenengan tambahi dg cara komentar dibawah, bisa juga inbox via fb (Wapenk Asluhu Wafa) / twitter (@wapenk) heuhue sambil promosi dikit lha ya πŸ˜€

HIDUP ADALAH KEMATIAN
Secara aqliyah yang dimaksud dengan hidup adalah sesuatu yang terus berkembang (namy), maka sebaliknya yg tidak berkembang berarti tidak hidup bin mati hehe.
Disini saya memiliki 2 pandangan :
1.hidup seseorang yang seiring bergulirnya waktu hanya begitu2 saja (tidak berkembang taatnya kepada Alloh) secara lahir maupun batin maka seseorang itu dalam kematian.
2. hidup kita didunia ini tak lain hanyalah untuk mencari jalan terbaik menuju kematian bukan?
Jadi -hidup adalah menuju kematian-

KEMATIAN ADALAH HIDUP
Tatarannya memang begitu, mungkin sudah banyak tau bahwa setelah kehidupan kita didunia ini masih ada kehidupan lagi, intinya saat jasad kita mati ruhnya tetap hidup. Dan kematian seseorang selepas didunia maka ia akan merasakan kehidupan lagi setelah kematian. Mbulet kan? Hahaha

RASA IBARAT SURGA & NERAKA
yang disebut rasa dalam diri manusia ialah rasa yang seperti sering kita gunakan untuk mencintai, merindu, merasakan bahagia, sedih. Atau kalau disingkat definisi rasa adalah Perasaan, bukan rasa yg sebangsa lahiriyah, bukan rasa asin, pedes, laper dkk.

Yang membuat kita merasa sebel itu rasa kita sendiri, pun yg membuat kita senang itu juga rasa kita sndiri, nah jika diri kita sebel/benci pada sesuatu inilah yg disebut neraka.
Sdangkan surga pada kaitan rasa ialah diri yg mampu mengendalikan rasa itu untuk tidak tergerus dilingkaran nafsu.

TANAH SUCI ADALAH HATI
Saya jd teringat lirik harmoni nya Padi, “kita terlahir bagai selembar kertas putih…”
dan saya sangat setuju, sebab dalam kitab fathul qorib -yg sy lupa dibab apa- juga di jelasan bahwa aslinya (hati) manusia it suci. [ih].
Tergantung bagaimana orang tua membimbingnya, dan bgaimana manusia itu mampu menjaga kesucian (hati) itu sendiri seiring beranjaknya hidup.
Kalo tidak dijaga ya hati itu akan tertutup oleh debu atau kotoran-kotoran, maka dalam islam pun juga di ajarkan bagaimana cara menyingkirkan kotoran2 itu agar hati kembali suci.

Awal akhir mohon maaf, jika ada kesalahan atau kekurangan mohon sangat kesudiannya tuk membenahi . Salam πŸ™‚

Iklan

2 thoughts on “Sebab Hidup Adalah Kematian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s