Kayu Bakar Neraka


Pada suatu ketika, dahulu dizaman para sahabat saat kita belum jadi apa-apa, bahkan wapenk yg nyebelin ini belum cakep kaya sekarang heuhueheu ada kejadian yang WOW banget.

Waktu itu disebuah tempat, para sahabat sdang berkumpul tapi tidak pakai kebo. beliau-beliau berjamaah untuk ibadah -dzikr sambung menyambung mendekatkan diri pada Pencipta Semesta.
Ujuk-ujuk bin tiba-tiba dari luar terdengar suara seorang anak kecil yang menangis , para sahabat pun mengira itu hanya anak kecil yang menangis sebab masalah kecil atau masalah karena tidak dibelikan i-phone heuhueheu tp tidak, setelah cukup lama ternyata suara tangisan itu masih berlangsung dan malah smakin haru terdengar.

Akhirnya salah satu senior dari sahabat penasaran dan keluar , boleh dibilang kalau di indonesia sahabat senior yang satu ini tingkatannya sudah kyai lah…
Ditepi jalan dibawah pohon yang tak begitu besar, disanalah sumber suara tangisan itu. Benar seorang anak kecil berusia sekitar 4-5 tahunan sedang menangis sedu sambil duduk merundukkan kepalanya diatas kedua lengan tangan yang di sangga lutut

“assalamualaikum duhai adek kecil” sapa sahabat

“wa’alaikumsalam syech”

“gerangan apa kamu menangis sedari tadi ?”

“hiks…hiks…hiks, saya takut masuk neraka dan dilaknat Alloh syech”

“oh begitu…. kamu kan belum baligh, nah kamu juga belum dapat siksaan meskipun toh kamu maksiat”

“tapi apakah syech berani menjamin?”

“lha di ilmu syari’at kan dijelaskan begitu nak…” nampak sudah dalam hati syech mulai kagum kalau dibahasakan tegal syeh mbatin begini -wah dening bisane kaya kiyek bocah iki- heuhue

“saya benar-benar takut syech… Saya seringkali ketika menemani ibu memasak ketika hendak menghidupkan apinya pasti kayu bakar yang kecil dulu yang dimasukkan kemudian baru yang besar-besar, kalau kayu yang besar dulu pasti apinya sulit membara, saya takut sangat syech… ”

Tidak terasa sahabat senior tadi pun menitikkan airmata, seluruh tubuhnya bergidik, -dengkul rasane koplok- beliau hanya mampu diam sambil terus berdzikir dalam hatinya.

“tersebab itu syech, saya takut jika Alloh membenci saya dan menjadikan saya sebagai kayu-kayu kecil yang membarakan api neraka”

Dan kabarnya, setelah mendengar penjelasan tersebut , syech itu langsung tersungkur meninggalkan dunia fana .
Nah untuk kesimpulan cerita diatas silahkan dimaknai sendiri yak gkgkgk wapenk gak mudeng heuhue
Akhirul kalimat mohon maaf dan minta semangat yg sebesar-besarnya 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s