Kyai Salib


Sebenarnya kalau dari sisi dzohir memang kyai ini terlihat biasa bahkan nyaris tak seperti kyai pada umumnya , cirikhasnya celana panjang komprang kaos oblong putih bolong dibagian lengan seperti habis terkena api rokok kalau memakai kopyah pun tak pernah rapi, menceng kekanan.

Beliau tak memiliki santri , gemar berkebun, rumahnya juga biasa tak begitu megah dan tak terlalu reot namun begitu sejuk disana.
Tepat didepan rumah bagian barat ditumbuhi pohon keres yang rindang dan dibawahnya ada bale bambu tempat bersantai denganNya.

beliau adalah kyai Salib , kyai yang apa adaNya namun bersahaja meski tinggal dikaki gunung dan sangat pelosok kyai ini tamunya banyak betul mulai dari tukang becak sampai mentri-mentri dan kyai, katanya beliau ini kyainya kyai.
memang terdengar canggung kyainya kyai disebut kyai Salib kabarNya dulu didepan rumah beliau sebelah timur pernah ada patung yesus atau salib yang begitu besar pernah ada sesorang yang memang bawaanya rada ceplas-ceplos bertanya kata kyai patung itu beliau dapat dari gereja terbesar disurabaya .
kini patung salib itu sudah tidak ada lagi saya yang disuruh membuangnya kelaut .

***

11:07 wib matahari dibulan juli tahun ini begitu terasa menyengat , langit biru terlihat jelas awan putih bekejaran rumput-rumput mengering yang sepertinya bila terkena percik api sedikit saja langsung membara , dahan pepohonan patah dengan sendirinya dihembus angin , angin mendesir debu beterbangan kesana-sini, di diri manusia .
Manusia dengan segala sikapnya, sikapnya yang angkuh sebagai penguasa, penguasa yang lupa panda rakyat, rakyat yang bodoh dengan pilihannya.

Tak ada sebulan lagi umat muslim akan menyambut bulan suci bulan yang mereka anggap penuh berkah yang sangat mereka hormati meskipun sudah terhormat. Bulan Ramadhan
Harga sembako sudah merangkak perlahan yang nantinya kuduga akan melambung membuat para ibu-ibu rumah tangga asyik nimbrung sembari memotongi kangkung didekat lumbung.
Negara gemblung…

Sudah hampir 1 jam aku disini duduk diwarung pojok dekat pasar berusaha menikmat-nikmatkan menunggu yang ternyata menunggu itu tetap menyebalkan, ditemani segelas es cendol harga rakyat yang sudah habis dari tadi.

“mbok… Tambah 1 lagi es nya…”
“nunggu siapa to nak Aly ?”
“Kasan yang biasa setor kelapa dipasar pakai “motor vespa” itu loh mbok…”
“owalah Kasan yang cengkring itu , yang mantan bajingan ya ?” ceplos mbok Lim sambil menyodorkan segelas es
” hush…. Bagaimanapun Ya bagusan mantan bajingan daripada mantan ustad trus amburadul ” belaku
“he-eh …. Lha janjian mau kemana ?”
“kyai Salib , tadi rencananya mau berangkat dari sini”
“wah jgn lupa mintain do’anya … Eh Kabar-kabarnya Kasan itu murid kesayangannya kyai Salib yo?”
“hlo Kyai Salib itu gak pilih kasih apalagi sama murid-muridnya… Tapi kalau memang ada sesorang yang ingin menuju Alloh secara tulus ya kyai senang betul”
Tak berselang lama setelah pergunjinganku dengan bakul es cendol tentang sesorang yang kutunggu akhirnya datang , ia langsung berteriak menyapaku dan meminta maaf, katanya tadi dijalan ia ditabrak mobil dari belakang. Syukurlah sahabatku itu tidak apa-apa bagian lengannya sobek dikit.
“alhamdulillah cuman ban vespaku doang yang penyot jadi angka 8 , dripada kelamaan trus motornya tak titipin ke rumah penduduk sebelum polisi datang dan bikin masalah jadi panjang”
“dan ujung-ujungnya minta uang …. lha yang nabrak gimana san?”
“kabur hehe… ”
“loh malah ketawa ! Cah gemblung, ya sudah ayo pakai motorku saja ”

***

Memang sejuk betul disini dirumah kyai Salib masih banyak pepohonan yang semoga gak akan ditebang oleh mereka yang mementingkan perut kenyang menafikan lestari alam berdzikir

Begitu sampai kami langsung diperselihkan duduk dibale bambu yang diayomi pohon keres , sedangkan tamu-tamu lainya berada diruang tamu .
Tapi alhamdulillah kyai salib langsung menemui kami

“ya memang kalau yang namanya orang mencari ilmu atau pun ibadah itu ndak ada yang mudah… Gusti Alloh itu Maha Ngetes, contohnya ya seperti tadi kamu tadi Aly ditest nunggu Kasan walaupun sambil “ngerasani” ngalor-ngidul”
Aku hanya garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal
“yang Kasan ditest tertabrak mobil…” sambung kyai
“hehe geh yai” aku dan kasan pun mengangguk hampir bersamaan .
Memang sudah tak asing kalau kyai Salib ma’rifat tentang tamu-tamunya, namanya saja Kyainya Kyai

Tiba-tiba saja Kyai menyatukan tangannya dibelakang dan menyodorkan dua gelas terisi air penuh tapi bukan air putih atau kopi jika dari aroma seperti aroma bir, padahal tadi dibelakang kyai tidak ada apa-apa ! Wah aku tak berani berfikir macam-macam lagi . Namanya saja Kyainya Kyai

“Aly… Kasan… ayo diminum, itu vodka asli”
Wadduh bagaimana ini ? Aku masih bingung sembari menatapi kasan yang sepertinya juga sedang bingung tapi tak sepertiku , ia terlihat tenang lalu dengan mantab atau dimantab-mantabkan entahlah kami berdua pun meminumnya .
Begitu sampai dimulut loh rasanya berubah tawar mirip air putih , sambil minum kupandang Kasan ternyata ia juga merasakan hal yang sama itu terlihat dari anggukannya.
Kyai Salib hanya tersenyum sayang kepada kami .

Jawabanku hanya jika aku tidak meminum berarti aku merasa tidak pernah kotor dan tak berdosa , jika aku meminumnya aku sudah menduga bir asli itu akan berubah . Namanya saja Kyai Malkan Abdul Jabbar

#
kediri 11 july 2012
Wapenk.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s