Pesan untuk Istrinya

Kalau kau telah bersuami dan aku masih sendiri
Bolehkah aku tetap menyimpanmu dalam sepi?
Kalau aku masih sendiri dan kau telah bersuami
Relakah kau kubayang dalam mimpi?

Bila kau tetap hidup dan aku sudah mati
Apa air matamu kan basahi pipi?
Bila aku tetap hidup dan kau sudah mati
Semoga tak begini

Bersiaplah tuk pergi
Kemas bajumu sejak saat ini
Karena mati tak pernah peduli
Untukmu yang telah bersuami
atau sepertiku yang kian sendiri

Iklan

Silahkan Pergi

Saya tak pernah main-main dalam menyusun huruf agar membentuk ruang yang dapat kamu singgahi
Kalau cinta saya sudah siap, kaki pasti melangkah
Tapi kamu benar-benar hilang kesabaran
agar saya tak lagi beralasan

Kalau kamu lelah menunggu, Saya persilahkan
Untuk menyenangkan, kamu sendiri
Pergilah sedang saya akan terus berusaha

Saya hanya manusia biasa yang sedang berusaha membangun istana
tuk mereka yang saya sebut cinta
Andai saya tak memperhitungkan cuaca
atau membangun tanpa rencana
Maka dinding istana yang saya buat dari kata-kata
Mudah roboh kapan saja tanpa aba-aba
Maka cinta yang berteduh disana
Bisa mati hilang tertimpa

Meremehkan hal kecil adalah kesalahan besar yang kerap terjadi
Jadi, saya persilahkan kamu pergi
Meninggalkan istana saya yang hanya berlukis puisi

Rahasia

Biar kucoba uraikan gelisahmu yang bagai siang ditinggal matahari
Kedatanganmu yang tiba-tiba antara tersedak sampai terdesak
Seperti induk burung yang kehilangan anak dari sangkarnya
Bersabarlah tabah

Bulir air mata
Adalah letupan hati yang tak kau mengerti
Disanalah pangkal cinta dan rindu sejati, karena bumi dan langit tak seagung hati
Kalau kau membuncah
Air matamu pasti tumpah

Rahasia dalam dadamu
Adalah semesta yang tak terukur tak tergambarkan
Tak seorang pun sanggup menjamah
Juga dirimu sendiri
Sebab disana Tuhan menitipkan
“aku yang tak tergantikan”

Kehidupan Pagi

Ada pesan dari langit mengetuk-ngetuk jendela kamar
Ada mata yang kantuk memandang samar
Lalu kepala mulai menyusun cerita

Tidak ada mimpi mampir semalam
Tidak ada ingatan kelicikan panjang
Lalu kepala mulai sibuk mencela

Hati yang ibarat kota, udaranya keruh dipenuhi api
Saraf adalah jalannya, macet oleh sisa-sisa makanan
Lalu kepala sebagai penguasa tak henti hanya berjanji

Tiap pagi
Kehidupan berulang tahun
Penuh perayaan dan sandiwara.

Kasih yang Sampai

Memandangi dari kejauhan tanpa memiliki tak bisa dimutlakkan sebagai mimpi buruk, kadang begitulah cara Tuhan membuat mekar hati seseorang.
Orang yang hanya bisa mengagumi, tak pernah sadar bahwa jiwanya telah mengumpulkan kekuatan besar.

Cinta yang tak terbalas selalu memiliki alasan. sayangnya pikiran kita telah berhasil lebih dulu meracuni hati agar mabuk dengan sebotol egois. mata hati tertutup dan nyeri karena kekecewaan sudah menjadi kabut.

kekuatan besar itu, melatih seseorang ingat pada keagungan Tuhannya dan menyadari bahwa manusia amatlah lemah dan rentan sekali patah, bahwa berharap kepada sesama ciptaan hanya meniyisakan sakit hati.

tidak ada perasaan yang tak terbalas, semua kasih pasti sampai. karena Maha Cinta tak pernah membiarkan surat-surat menumpuk dalam keranjang hingga huruf-hurufnya memudar.